Kamis, 30 Maret 2017

KERUKUNAN WARGA PEKASAAN REMBOKEN, MAKASSAR, SUMATRA UTARA


Menggali Akar Identitas Orang Minahasa
Sebuah Jelajah Bibliografi




A. Minahasalogi sebagai Studi ke-Minahasa-an


   Minahasalogi memang adalah istilah rekaan. Saya menggunakannya luntuk menamakan keseluruhan proses studi dan penelitian menggali identitas orang Minahasa. Secara sederhana Minahasalogi bisa didefinisikan sebagai studi tentang ke-Minahasa-an, yaitu tentang apa, siapa dan bagaimana orang Minahasa itu; pendeknya, tentang identitas orang Minahasa.......




B. Setelah 1942 sampai Dasawarsa 1960-an

        Sayang sekali judul-judul tulisan yang dihimpun oleh Mieke Schouten dalam bukunya Minahasa and Bolaangmongondow: an annotated bibliograpy 1800-1942 hanya sampai pada yang terbit tahun 1942 (walaupun Schouten sendiri sebenarnya tidak konsisten dengan batas tahun 1942 ini, karena ternyata di dalam bukunya itu ia juga mendaftarkan satu-dua karangan yang terbit sesudah itu). Lalu, bagaimana dengan tulisan-tulisan setelah itu?.......





C. Tiga Dekade Kemudian: 1970-1999

    Pada pertengahan tahun 1970-an ada program kerjasama antara Lembaga Ilmu Pngetahuan Indonesia (LIPI) dengan Koninklijk Instituut voor Land-, Taal- en Volkenkunde (KITLV) untuk menerbitkan seri terjemahan karangan-karangan Belanda ke dalam bahasa Indonesia. Panitianya diketuai oleh Koentjaraningrat, seorang guru besar anthropologi dari Universitas Indonesia, Jakarta. Sayangnya, selama program ini berlangsung hanya dua karangan.......




D. Merealisasi Sebuah Cita-cita


     Tentu saja jelajah bibliografis ini masih jauh dari lengkap dan sempurna. Masih banyak penulis dan tulisan yang belum tercatat di sini. Apalagi banyak pula tulisan yang ditulis untuk kesempatan tertentu saja dan tidak didokumentasikan. Tidak boleh dilupakan di sini berbagai penerbitan sederhana oleh berbagai lembaga atau yayasan adat dan kebudayaan Minahasa yang sudah pernah ada. Ada misalnya buletin dari tahun 1977 berjudul........





Stuttgart, awal Agustus 2001

oleh : David H. Tulaar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar